Tentang

Sejarah

Yayasan Pendidikan Hajjah Rohana didirikan untuk mengenang Hajjah Rohana, ibunda dari Ustadz Abdul Somad. Semasa hidupnya, Hajjah Rohana dikenal sangat peduli terhadap pendidikan anak-anak, khususnya pendidikan dasar Islam, dan banyak membantu anak-anak yang tidak mampu. Setelah beliau wafat pada 18 Maret 2019, Ustadz Abdul Somad melanjutkan amal-amal sosial yang telah dirintis oleh ibundanya.

Dari Sebidang Tanah di Jalan Kamboja

Cikal bakal Yayasan bermula dari niat sederhana: menyediakan tempat mengaji bagi anak-anak agar Hajjah Rohana tidak kesepian di rumahnya yang sempit di Pekanbaru. Sebidang tanah kemudian dibeli di Jalan Kamboja, awalnya hanya untuk mendirikan sebuah Taman Kanak-Kanak beserta musholla kecil. Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 2017.

Berdirinya Ma'had Az-Zahra

Pada 17 Ramadhan 1442 H (2021), Ustadz Abdul Somad menikah dengan Ustadzah Hj. Fatimah Az-Zahra Salim Baraboud, S.Pd. (UFA), seorang hafizhah Al-Qur'an. Dari sinilah lahir cita-cita untuk mendirikan sebuah Ma'had Tahfizh bernama Ma'had Az-Zahra, dengan tujuan menjaga dan mengembangkan hafalan Al-Qur'an serta membina generasi muda agar mencintai dan menghafal Al-Qur'an.

Berdiri Resmi dan Berkembang

Yayasan Pendidikan Hajjah Rohana resmi berdiri melalui Akta Notaris pada 24 September 2020. Pada Juli 2021, Yayasan resmi membuka jenjang pendidikan berasrama, menerima puluhan santri secara gratis pada tahun-tahun awalnya. Pembangunan terus berlanjut, di antaranya Gedung Syaikh Abdurrahman yang diletakkan batu pertamanya pada September 2021 - empat lantai, dua puluh ruang kelas - untuk menampung perkembangan jumlah santri yang terus bertambah.

Satu Ekosistem, Satu Semangat Pengabdian

Dari titik awal itu, Yayasan terus berkembang menaungi jenjang pendidikan dari TK hingga Institut, satu pondok pesantren, dan Masjid Hajjah Rohana sebagai pusat ibadah dan dakwah - seluruhnya dijalankan dengan satu arah kebijakan dan nilai yang sama: keimanan, ilmu pengetahuan, akhlak, amanah, dan kemanfaatan bagi umat.

Sekapur Sirih dari Pendiri

Dalam sambutannya, Ustadz Abdul Somad menuturkan bahwa dari panjangnya perjalanan dakwah - dari surau kecil hingga masjid besar, dari lapangan kampung hingga stadion - beliau menyimpulkan bahwa memperbaiki umat harus dimulai dari mengembalikannya kepada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman Ahlussunnah wal Jama'ah, dan itu ditempuh lewat pendidikan sejak jenjang paling dasar. Nama Yayasan sengaja diambil dari nama ibundanya, Hajjah Rohana, sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa - sebagaimana beliau disampaikan langsung: "Rel-nya sudah dibuat, gerbong-gerbong sudah disiapkan, masinis boleh berganti, namun kereta api tak boleh berhenti." (Rimbo Panjang, 1 Muharram 1443 H / 10 Agustus 2021)